Kamis, 06 November 2008

Sign of short term reversal. Beli jika harga sudah terkoreksi sekitar 15%

Selamat pagi….

Sebelum mulai, kami ingin mengajukan pertanyaan kepada pembaca: Sudahkan anda menghubungi Account Officer (AO) kami pada sesi II perdagangan kemarin? Pada sesi kedua kemarin, kami melihat bahwa pasar mulai melakukan Selling on News ketika Barrack Obama terpilih, sehingga kami merekomendasikan kepada para AO kami, agar meminta nasabahnya untuk Exit dari pasar.

Anyway… fakta yang kita hadapi saat ini adalah sebagai berikut:

* Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam ditutup turun menembus support di 9300. Ini adalah signal bearish mengingat DJI benar-benar Engulf (menutup) kenaikan yang terjadi sehari sebelumnya. Kemana arah DJI? Target awal adalah retracement 50% di 8900 – 9000. Worse case scenario untuk sementara adalah DJI bergerak dalam triangle formation. Jika DJI bergerak dalam triangle formation, berarti DJI masih ada kesempatan untuk turun hingga kisaran 8300 – 8500.
* Untuk IHSG, dari posisi pergerakan sehari sebelumnya, stoploss IHSG ada di level 1329. Akan tetapi, dari posisi pergerakan selama sesi pertama, kami memang kemudian menaikkan posisi stoploss ke level 1410, dengan asumsi bahwa jika IHSG ditutup dibawah level 1410, maka IHSG memiliki peluang untuk membuat bentuk shooting star, dan memang penutupan IHSG kemarin memang membentuk candlestick berbentuk shooting star.
* Jika IHSG trendnya berubah turun pada hari ini, IHSG diperkirakan akan mengarah ke kisaran 1250 – 1275 sebagai target awal. Tepatnya, gap di 1258 – 1281 adalah target IHSG untuk jangka pendek. Apakah IHSG akan turun dibawah level itu? Dimana bottom IHSG berikutnya? Kami juga belum ada clue (jawabannya). Worse case scenario: IHSG akan mengulang titik terendah di 1089. Tapi, apakah IHSG akan kesana? Belum tentu juga. Kami melihat bahwa pergerakan IHSG seminggu terakhir, berada dalam volume kecil, dan kenaikan yang terjadi pada harga saham juga sangat besar. Ini membuat para trader akan berani mengambil posisi, jika harga mengalami penurunan. Masuknya para speculator ini membuat penurunan yang terjadi, bisa jadi tidak sebesar apa yang terjadi kemarin.
* Harga minyak kembali turun. Resisten di US$70 gagal untuk ditembus. Ini artinya harga minyak terlihat masih akan bergerak flat di kisaran US$63 – US$70. Penembusan atas support di US$63 akan membuka potensi pelemahan kebawah level US$60. Kami masih berada dalam pendapat semula, bahwa selama harga minyak Nymex berada di bawah US$70 per barrel, harga minyak memiliki peluang untuk bergerak ke kisaran US$40 – US$50 per barrel. Penurunan harga BBM akan segera dilaksanakan. Cepat atau lambat, harga premium industri akan lebih murah dari harga premium subsidi.

Dalam kondisi seperti ini, kita harus kembali ke pertanyaan berikut: Dalam melakukan transaksi di pasar modal, anda itu mau menggunakan strategi investasi, atau trading? Jika investasi, maka setiap penurunan harga adalah kesempatan untuk membeli di harga yang lebih murah. Selain itu, ngapain sih kita mikirin pergerakan harga jangka pendek? View dari seorang investor, kan adalah view jangka panjang. Tapi, jika strategi yang dipilih adalah sebagai seorang trader, maka berarti kita harus segera exit, kerena IHSG akan begerak turun. Dimana kita akan mulai melakukan entry? Kami kira, level 20% dari penutupan kemarin, adalah level yang bagus untuk mulai melakukan akumulasi. Sahamnya apa aja? Top pics kami saat ini adalah: ASII, PTBA, BBRI, BMRI, TLKM, UNTR, AALI dan INCO. Pilihan kami ini berdasarkan ide bahwa kita harus mencari saham-saham berkapitalisasi besar, atau tapi distribusi sahamnya tidak terlalu banyak, sehingga pergerakannya akan lebih volatile. Ingat: saham yang lebih volatile, akan memberikian keuntungan yang lebih besar, bagi para trader.

Happy trading, semoga untung!!!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More