Jumat, 18 Juli 2008

Selamat pagi...

Selamat pagi...
Terus terang, kami tidak mengira bahwa target harga kami untuk harga minyak Nymex di US$125 - US$130 bisa tercapai dalam semalam. Melihat kembali chart dari harga minyak, tercapainya target kami ternyata menimbulkan permasalahan baru: Suport di US$133 telah tertembus. Ini artinya, jika harga minyak tidak kembali diatas resisten ini dalam satu atau dua hari mendatang, berarti harga minyak memiliki peluang pelemahan hingga level US$116 - US$123.
Dengan bobot saham terkait komoditas sudah lebih dari 25%, pergerakan harga komoditas akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Dan dengan harga minyak memimpin pergerakan harga komoditas, maka selama harga minyak turun, harga komoditas juga masih akan cenderung bergerak turun, dan begitu juga harga saham-saham yang terkait dengan komoditasnya. Ini artinya, posisi pada saham-saham terkait dengan komoditas, sebaiknya dilakukan hanya jika kita sudah yakin, bahwa harga minyak sudah mencapai bottom, atau malah menunggu pembalikan arah dari harga minyak.
Dari chart harga saham yang kami amati, signal terjelek terlihat pada saham ANTM yang kemarin menembus suport di 2850. Penembusan itu membuka peluang pelemahan hingga dibawah level 2500. Signal jelek yang lain adalah pada saham BUMI, yang kemarin menembus suport di 6600. Penembusan suport ini memuluskan pergerakan BUMI menuju target dari rectangle di 5900 - 6100. TLKM juga kemarin mencetak new low. Penembusan atas suport di retracement 50% di 7000, diperkirakan akan membawa harga ke level 5600 - 6000. Dilihat dari head and shoulder pattern pada saham ini, potensi penurunannya mungkin lebih besar dari itu. Akan tetapi, kami memperkirakan bahwa harga akan tertahan oleh suport 5600 - 6000 tersebut.
Indeks Dow Jones Industrial (DJI) memang mengalami kenaikan, seperti perkiraan kami kemarin. Akan tetapi, kenaikannya lebih karena harga minyak yang turun, bisa jadi IHSG tertekan karena saham-saham komoditas mengalami penurunan. IHSG sendiri, kemarin ditutup di suport 2167. Resikonya, jika suport ini ditembus, rectangle yang terlihat pada IHSG di kisaran 2167 - 2477, akan membuka peluang pelemahan hingga level 1900. Meskipun demikian, kami masih dalam posisi bahwa suport di kisaran 2015 - 2075 akan menahan penurunan IHSG. Artinya, IHSG memang arahnya turun, tapi, kami masih melihat peluang yang cukup besar, bahwa IHSG masih akan tertahan diatas level 2000.
Resisten hari ini untuk IHSG ada di level 2210. Artinya, jika IHSG menembus resisten ini, berarti trend jangka pendek akan berubah menjadi naik. Kecil kemungkinannya sih, tapi.. siapa tahu.
Happy trading, semoga untung!!!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More