This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 23 Juli 2008

Trend naik mulai terlihat di Bursa Regional: Perhatikan Infrastruktur dan Properti

Kuta, 23 Juli 2008

Selamat pagi...

Dow Jones Industrial (DJI) akhirnya menembus kisaran resisten 11500 -
11550. Dari trend yang tertembus, DJI terlihat memiliki potensi kenaikan
setidaknya menuju 11900 - 12000. Harga minyak terlihat kembali melemah,
tapi masih belum mampu turun dibawah kisaran gap US$127.95 per barrel -
US$130.75 per barrel.

Disatu sisi, potensi kenaikan dari DJI ini, sepertinya memang didorong
oleh pelemahan harga komoditas, terutama minyak. Disisi lain, melihat
potensi kenaikannya yang cukup besar. Ini membuka peluang bagi IHSG untuk
menembus resisten di 2215 dan terus bergerak naik menuju 2245 - 2290.

Dari beberapa chart yang kami amati hari ini, kami tertarik pada PGAS
setelah kemarin telah mengalami suport testing. Melihat trend yang
tertembus, PGAS setidaknya memiliki potensi kenaikan menuju level 12900 -
13300. Saham TLKM yang kemarin ditutup dibawah resisten di 7700, hari ini
juga masih memiliki peluang untuk bergerak naik menuju kisaran 8000 -
8200, jika harga saham ini mampu menembus resisten ini. Selain itu,
saham-saham sektor properti terlihat juga memiliki peluang kenaikan yang
cukup menarik. CTRA kemarin terlihat mampu menembus resisten dari bullish
falling wedge di 490. Selama suport ini masih bertahan, CTRA memiliki
peluang kenaikan hingga kisaran 650 - 770. Pada CTRS terlihat memiliki
peluang kenaikan menuju kisaran 600 - 650. Pada ELTY juga terlihat masih
memiliki peluang kenaikan menuju 375 - 380. Untuk SMRA, kita masih harus
melihat apakah harga saham ini mampu menembus resisten di 375. Penembusan
atas resisten ini akan membuka potensi kenaikan bagi SMRA menuju kisaran
500 - 550.

Untuk penggemar saham komoditas, kondisi dimana bursa regional berpeluang
naik dengan didorong oleh penurunan harga minyak, terlihat tidak terlalu
menguntungkan. Meskipun demikian, posisi harga yang masih dekat dengan
suport level membuat porsi untuk sektor ini sebaiknya tetap ada, meski
hanya dalam jumlah kecil. Untuk hari ini, BUMI terlihat bisa diakumulasi
di kisaran 6150 - 6250. Perhatian juga saham INCO, apakah saham ini mampu
menembus resisten di 4150 pada perdagangan hari ini. INCO memiliki
potensi kenaikan hingga 4500 - 4600 jika resisten ini mampu ditembus.

IHSG terlihat memiliki peluang yang cukup besar untuk menembus resisten di
2215. Penggeraknya memang lebih ke sektor infrastruktur dan properti,
dimana commodity linked stocks cenderung flat, dan perbankan masih
menunggu penembusan resisten. Dalam kondisi bursa yang masih tidak menentu
seperti ini, kita sebaiknya tetap gesit untuk memanfaatkan semua peluang
yang ada.

Happy trading, Semoga Untung!!!

Senin, 21 Juli 2008

Berharap pada Bank/Otomotif? atau Berharap Rebound Komoditas?

Selamat pagi...
Seperti perkiraan kami, Dow Jones Industrial Average (DJI) masih bergerak naik ditengah penurunan harga minyak Nymex yang terus terjadi. Pada level tertinggi, DJI sudah mencapai target jangka pendek kami di kisaran 11500 - 11550. Arah DJI kedepan sangat ditentukan apakah indeks ini mampu menembus resisten ini. Jika DJI mampu menembus resisten di 11500 - 11550 ini, DJI akan bergerak menuju resisten selanjutnya di 11900 - 11950. Harga minyak Nymex masih melanjutkan penurunannya dan ditutup dibawah level psikologis US$130 per barrel pada perdagangan hari Jumat malam. Untuk harga minyak ini, resisten hari ini ada di level US$132 per barrel. Selama harga masih dibawah level ini berarti harga minyak masih berada dalam trend turun. Untuk sementara, suport berada di level US$128 per barrel. Sedangkan retracement 50% dari trend terakhir ada di level US$122. Ini artinya, potensi penurunan masih ada untuk harga minyak, kecual jika harga bisa kembali diatas level US$132 per barrel, berarti trend berubah menjadi naik.
Melihat chart dari komoditas lainnya, CPO juga masih belum menyentuh level MYR 3200 - 3300 yang menjadi target jangka pendek kami. Batubara juga baru turun sedikit, belum sederas penurunan yang terjadi pada harga minyak. Tapi, apakah ini berarti harga batubara relatif kuat dibandingkan harga minyak? kita masih harus melihat beberapa hari kedepan.
Jadi.. pertanyaan di awal minggu ini adalah: Mampukah pergerakan harga dari saham-saham terkait inflasi (perbankan dan automotif) mampu menahan IHSG agar tidak turun dibawah level psikologis 2000? Dilihat dari pergerakan harganya, ASII terlihat memiliki pontensi kenaikan menuju level 22000, tentu dengan syarat harga tidak kembali menembus suport di 20500. Akan tetapi, saham-saham perbankan terlihat masih berkutat dengan resistennya. BBRI juga masih berkutat dengan resisten di 5700 - 5750, BBCA dengan resisten di 2750 - 2875, dan BMRI ke 2750 - 2825. Satu-satunya yang terlihat 'belum rebound' adalah BDMN. Akan tetapi, target ke 5350 baru bisa tercapai jika saham ini mampu menembus resisten psikologisnya di level 5000.
Selain itu, pertanyaan selanjutnya adalah: Apakah minyak akan mencapai bottom pada minggu ini? Melihat target harganya sih, kalau minyak terus bergerak turun, berarti suport di US$122 akan tercapai dalam minggu ini, tapi apakah minyak akan melanjutkan trend turun dengan target harga yang baru, ataukah harga minyak kemudian rebound? masih sulit untuk diprediksikan.
Jadi, sepertinya trend masih akan tetap turun. Kisaran IHSG hari ini diperkirakan akan berada pada level 2050 - 2160. Akan tetapi, perlu diperhatikan juga bahwa resisten IHSG hari ini ada di level 2155 - 2160. Jika IHSG mampu ditutup menembus resisten ini, berarti ada kemungkinan trend jangka pendek berubah menjadi naik. Melihat kans-nya sih.. kemungkinan terjadinya penembusan resisten adalah kecil. Tapi, siapa tau ada surprise.
Happy trading, semoga untung!!!

Jumat, 18 Juli 2008

Selamat pagi...

Selamat pagi...
Terus terang, kami tidak mengira bahwa target harga kami untuk harga minyak Nymex di US$125 - US$130 bisa tercapai dalam semalam. Melihat kembali chart dari harga minyak, tercapainya target kami ternyata menimbulkan permasalahan baru: Suport di US$133 telah tertembus. Ini artinya, jika harga minyak tidak kembali diatas resisten ini dalam satu atau dua hari mendatang, berarti harga minyak memiliki peluang pelemahan hingga level US$116 - US$123.
Dengan bobot saham terkait komoditas sudah lebih dari 25%, pergerakan harga komoditas akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Dan dengan harga minyak memimpin pergerakan harga komoditas, maka selama harga minyak turun, harga komoditas juga masih akan cenderung bergerak turun, dan begitu juga harga saham-saham yang terkait dengan komoditasnya. Ini artinya, posisi pada saham-saham terkait dengan komoditas, sebaiknya dilakukan hanya jika kita sudah yakin, bahwa harga minyak sudah mencapai bottom, atau malah menunggu pembalikan arah dari harga minyak.
Dari chart harga saham yang kami amati, signal terjelek terlihat pada saham ANTM yang kemarin menembus suport di 2850. Penembusan itu membuka peluang pelemahan hingga dibawah level 2500. Signal jelek yang lain adalah pada saham BUMI, yang kemarin menembus suport di 6600. Penembusan suport ini memuluskan pergerakan BUMI menuju target dari rectangle di 5900 - 6100. TLKM juga kemarin mencetak new low. Penembusan atas suport di retracement 50% di 7000, diperkirakan akan membawa harga ke level 5600 - 6000. Dilihat dari head and shoulder pattern pada saham ini, potensi penurunannya mungkin lebih besar dari itu. Akan tetapi, kami memperkirakan bahwa harga akan tertahan oleh suport 5600 - 6000 tersebut.
Indeks Dow Jones Industrial (DJI) memang mengalami kenaikan, seperti perkiraan kami kemarin. Akan tetapi, kenaikannya lebih karena harga minyak yang turun, bisa jadi IHSG tertekan karena saham-saham komoditas mengalami penurunan. IHSG sendiri, kemarin ditutup di suport 2167. Resikonya, jika suport ini ditembus, rectangle yang terlihat pada IHSG di kisaran 2167 - 2477, akan membuka peluang pelemahan hingga level 1900. Meskipun demikian, kami masih dalam posisi bahwa suport di kisaran 2015 - 2075 akan menahan penurunan IHSG. Artinya, IHSG memang arahnya turun, tapi, kami masih melihat peluang yang cukup besar, bahwa IHSG masih akan tertahan diatas level 2000.
Resisten hari ini untuk IHSG ada di level 2210. Artinya, jika IHSG menembus resisten ini, berarti trend jangka pendek akan berubah menjadi naik. Kecil kemungkinannya sih, tapi.. siapa tahu.
Happy trading, semoga untung!!!

Rabu, 09 Juli 2008

Pisau bermata dua: DJI rebound, Komodity turun = IHSG flat naik

Selamat pagi...
Indeks Dow Jones semalam naik 1,36 persen dan ditutup di level 11384.21 setelah harga minyak mengalami koreksi. Melihat arah kedepan, DJI masih berada dalam trend turun jangka pendek dengan resisten di 11450. Yang menarik adalah signal reversal yang nampak pada pergerakan harga minyak Nymex Senin malam, ternyata membuat harga minyak kembali terkoreksi pada pergerakan tadi malam. Untuk jangka pendek, kami masih melihat apakah suport di US$133 per barrel bisa bertahan. Penembusan atas suport di US$138 per barrel sebenarnya telah membuka potensi pelemahan menuju kisaran US$118 - US$125. Akan tetapi, hanya penembusan atas suport di US$133 yang akan membuka peluang koreksi lebih dalam.
Jadi.. DJI rebound akibat penurunan harga minyak. Ini ibarat pisau bermata dua. DJI rebound = sentimen positif, harga minyak turun = harga komoditas turun = sentimen negatif. Seperti kita ketahui bersama, sekitar 25% - 30% dari bobot IHSG saat ini terkait dengan harga komoditas.
Mari kita berkonsentrasi pada yang positif. Melihat pergerakan kemarin, kami tertarik dengan saham-saham terkait dengan suku bunga, terutama dengan ASII. Terlepas dari Gaikindo Expo yang akan diadakan dalam waktu dekat, ASII terlihat mulai berkonsolidasi pada kisaran 19250 - 19700. Penembusan atas resisten di 19700 akan membuka peluang kenaikan setidaknya menuju 20200 - 20500. Selain itu, BBCA kemarin sudah mencapai retracement 50% di 2750-2775. Jika trend naiknya masih berlanjut, BBCA diperkirakan akan mencapai 2850 - 2900 untuk hari ini.
Satu hal yang menarik adalah pergerakan dari saham-saham produsen semen. Volume terlihat mulai mengalir, terutama pada saham INTP. Untuk jangka pendek, potensi kenaikan menuju kisaran 5900 - 6000 bisa terbuka jika harga saham ini mampu menembus resisten di 5650. Selain itu, SMGR terlihat berada di suport 3950 - 4000 sehingga menarik untuk melakukan pembelian spekulatif.
IHSG masih berada dalam trend turun. Jadi kehati-hatian, tetap menjadi kata kuncinya. Posisi resisten hari ini ada di level 2306. Jika resisten ini mampu ditembus, resisten selanjutnya ada di 2350. Sedangkan posisi suportnya, ada di kisaran gap 2257 - 2269.
Happy trading, semoga untung!!!

Jumat, 04 Juli 2008

Apa Kabar Hari Ini?...

Selamat pagi...

Setelah penurunan tajam pada saham-saham pengahasil batubara kemarin, semua perhatian masih akan terjuju pada saham-saham ini. Maklum, kapitalisasi dari saham-saham penghasil batubara sudah mencapai lebih dari 25% bobot dari IHSG. Perkembangan terakhir untuk harga batubara di Eropa hingga pagi hari ini, kontrak spot month (Juli) untuk batubara, rata-rata memang sudah terlihat mengalami kenaikan. Akan tetapi, untuk kontrak 1 - 3 bulan terlihat mengalami penurunan.

Pada kesempatan ini, kami ingin kembali menekankan pendapat dari analis pertambangan kami, Adi Hartadi:

Kesimpulan:
* Harga batu bara di pasar spot turun, namun rata2 produsen pegang batu bara kontrak yg harganya sudah di-settled utk 2008.
* Ekspektasi harga batu bara dunia utk thermal masih positif karena market masih dlm keadaan defisit +/- 9jt ton global.
* Buy on weakness, karena fundamental coal market dan emiten2 msh bagus, top pick: BUMI

Pendapat kami, juga sama: Koreksi yang terjadi ini adalah kesempatan untuk melakukan pembelian pada harga yang lebih murah. Selain mendukung alasan yang diberikan oleh Adi, alasan lainnya adalah:

* Melihat beberapa report fundamental yang kami baca belakangan ini, rata-rata harga Batubara yang mereka gunakan ada di kisaran US$125 per ton - US$135 per ton untuk FY08 dengan harga batubara Newcastle sebagai patokan. Untuk harga batubara newcastle ini, harga rata rata dari awal tahun hingga minggu lalu (Year to date/YTD), ada di level diatas US$129. Sedangakan di minggu lalu di level US$173. Memang sih, jika dilihat dari grafiknya, jika terjadi reversal, retracement 50%nya ada di level US$140-an. Melihat posisi terakhir ini, kemungkinan rata-rata harga batubara untuk bisa turun dibawah US$125 terlihat sangat kecil. Artinya: Kemungkinan adanya downgrade oleh analis fundamental adalah Sangat Kecil.
* Kemarin, kami agak takut bahwa penurunan yang terjadi di trading pit batubara ini, akan menjalar kemana-mana. Bisa memicu terjadinya commodity crunch (kehancuran pasar komoditas akibat turunnya harga). Akan tetapi, kenyataannya, hingga pagi ini, harga minyak Nymex masih bertahan diatas level US$140! Harga minyak adalah pemimpin dari pergerakan harga komoditas. Selama minyak tidak turun, komoditas akan tetap kuat. Jadi, selama harga minyak tidak turun dibawah US$140 per barrel, kami melihat bahwa penurunan yang terjadi pada harga batubara, sifatnya hanya sementara. Bisa jadi ini memang baru sebuah signal. Tapi kita harus melihat perkembangannya dalam beberapa hari mendatang.

Berikut komentar kami mengenai posisi penutupan dari beberapa saham-saham batubara kemarin:

* BUMI

BUMI masih ditutup diatas suport di 7100. Suport ini adalah suport yang kuat karena sudah teruji setidaknya dua kali semenjak Mei 2008. Dengan kuatnya suport ini maka kisaran level 7100 - 7200 kami pandang sebagai entry level yang baik. Tapi, disisi lain, kami juga ingin mengemukakan resikonya. Dengan flat range di kisaran 7100 - 8550, penembusan atas suport di 7100, bisa jadi akan membuka potensi penurunan ke kisaran 5900 - 6500. Suport dari retracement 50% di 6800 bisa jadi akan menjadi suport antara. Meskipun demikian, jika suport di 7100 ditembus, anda sebaiknya menunggu reversal signal sebelum masuk, atau menunggu sekalian di kisaran 5900 - 6500. Untuk level jualnya jika harga hari ini rebound, resisten pertamanya ada di level psikologis 7500 bisa digunakan sebagai level pertama untuk melakukan profit taking (maksudnya, ada baiknya anda tidak jual dibawah level tersebut). Akan tetapi, jika resisten ini ditembus, bisa dipastikan harga akan kembali melambung hingga kisaran 7800 - 8250.

* PTBA

Level 15400 adalah titik tengah dari double top PTBA. Dengan penembusan atas suport ini kemarin, PTBA memperlihatkan potensi penurunan hingga kisaran 14700 - 14000. Meskipun demikian, perlu diperhatikan juga bahwa jika harga kembali menembus resisten ini, pola broadening formation terlihat lebih berperan. Artinya, jika harga menembus resisten 15400, kedepan PTBA akan bergerak flat di kisaran 15000 - 17500, dengan potensi penguatan menuju level 19500 jika resisten 17500 berhasil ditembus.


* UNTR

UNTR terlihat bergerak flat di kisaran 10100 - 14250 semenjak 4Q07. Dengan pergerakan flat seperti ini artinya posisi beli bisa dilakukan pada saat harga sudah berada dibawah level 11000, dan posisi jual bisa dilakukan jika harga sudah mencapai diatas 14000.

* ITMG

ITMG masih terlihat bertahan pada trend channel turun 30000 - 34500. Ini artinya, beli jika harga mendekati 30000, dan jual ketika harga sudah diatas 34000. Untuk pergerakan selanjutnya, penembusan atas resisten di 34500 akan membuka potensi kenaikan hingga 40000 - 40500. Meskipun demikian, penembusan atas suport di 30000 akan membuka potensi penurunan hingga 27200 - 29300.


Sementara itu dulu dari kami. Posisi IHSG juga sudah berada di kisaran suport 2250 - 2300. Artinya, potensi penurunan IHSG sebenarnya tidak terlalu besar lagi. TLKM masih di atas suport 7250, Banking juga terlihat masih diatas suport bahkan terlihat mulai berada dalam trend naik, Indeks Dow Jones juga potensi penurunannya masih terbatas pada kisaran 11000 - 11100. Kami belum melihat adanya cukup alasan untuk harga menembus suport ini. Meskipun demikian, kita semua sebaiknya juga sudah mempersiapkan 'rencana penyelamatan' (contingensi plan) jika suport ini ditembus, terutama jika suport BUMI di 7100 tiba-tiba ditembus.

Happy trading, Semoga untung!!!

Rabu, 02 Juli 2008

Selamat pagi...

"Inflasi tinggi, BI Rate bakal naik 25 basis poin menjadi 8,75%". Itulah yang menjadi berita di halaman pertama berbagai koran bisnis hari ini. Satu hal yang menarik adalah, tingginya angka inflasi, ternyata tidak membuat harga yang terkait inflasi (terutama perbankan dan automotif) bergerak turun pasca pengumuman angka inflasi tersebut. Arus dana asing ke bursa kemarin juga tercatat positif setelah tiga hari berada dalam level negatif. Artinya, sejauh ini, tingginya angka inflasi memang sudah dalam ekspektasi pasar, sehingga pasar tidak memberikan respon negatif.
Dilihat dari posisi teknikalnya, penembusan atas resisten 2350 telah membuka potensi kenaikan IHSG menuju ke resisten selanjutnya di 2425 - 2450. Potensi kenaikan ini didukung oleh masih terbukanya peluang kenaikan pada saham-saham perbankan, otomotif, dan telekomunikasi. Potensi kenaikan masih terlihat pada BBCA dengan target ke kisaran 2700 - 2750, BBRI ke 5650 - 5750, ASII ke 21500, dan TLKM kembali ke menguji resisten di 7800.
Untuk saham-saham pertambangan, TINS kemarin melanjutkan kenaikannya, pasca penembusan rekor harga. Level resisten yang akan dicapai oleh saham ini, diperkirakan akan berada di kisaran 39500 - 42500. PTBA juga kemarin menembus rekor harga lama di 16950. Selama suport ini masih bertahan, kami melihat peluang kenaikan pada PTBA menuju kisaran 17950 - 19500. INDY yang baru saja listed, setelah bergerak flat pada kisaran 3100 - 3525, kemarin berhasi ditutup diatas resistennya. Jika harga bergerak naik, kami memperkirakan potensi kenaikan teknikalnya bisa mencapai kisaran 3850 - 3950. Perhatikan juga saham MEDC, karena jika harga saham ini mampu menembus resisten di 4800, berarti akan ada upside lanjutan menuju kisaran 5000 - 5100.
Regional Asia memang terlihat flat turun pada pagi hari ini. Tapi ini diperkirakan tidak menutup potensi kenaikan dari IHSG. IHSG hari ini kami perkirakan akan bergerak flat naik di kisaran 2369 - 2419.
Happy trading, semoga untung!!!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More