Selamat pagi...
Seperti perkiraan kami, Dow Jones Industrial Average (DJI) masih bergerak naik ditengah penurunan harga minyak Nymex yang terus terjadi. Pada level tertinggi, DJI sudah mencapai target jangka pendek kami di kisaran 11500 - 11550. Arah DJI kedepan sangat ditentukan apakah indeks ini mampu menembus resisten ini. Jika DJI mampu menembus resisten di 11500 - 11550 ini, DJI akan bergerak menuju resisten selanjutnya di 11900 - 11950. Harga minyak Nymex masih melanjutkan penurunannya dan ditutup dibawah level psikologis US$130 per barrel pada perdagangan hari Jumat malam. Untuk harga minyak ini, resisten hari ini ada di level US$132 per barrel. Selama harga masih dibawah level ini berarti harga minyak masih berada dalam trend turun. Untuk sementara, suport berada di level US$128 per barrel. Sedangkan retracement 50% dari trend terakhir ada di level US$122. Ini artinya, potensi penurunan masih ada untuk harga minyak, kecual jika harga bisa kembali diatas level US$132 per barrel, berarti trend berubah menjadi naik.
Melihat chart dari komoditas lainnya, CPO juga masih belum menyentuh level MYR 3200 - 3300 yang menjadi target jangka pendek kami. Batubara juga baru turun sedikit, belum sederas penurunan yang terjadi pada harga minyak. Tapi, apakah ini berarti harga batubara relatif kuat dibandingkan harga minyak? kita masih harus melihat beberapa hari kedepan.
Jadi.. pertanyaan di awal minggu ini adalah: Mampukah pergerakan harga dari saham-saham terkait inflasi (perbankan dan automotif) mampu menahan IHSG agar tidak turun dibawah level psikologis 2000? Dilihat dari pergerakan harganya, ASII terlihat memiliki pontensi kenaikan menuju level 22000, tentu dengan syarat harga tidak kembali menembus suport di 20500. Akan tetapi, saham-saham perbankan terlihat masih berkutat dengan resistennya. BBRI juga masih berkutat dengan resisten di 5700 - 5750, BBCA dengan resisten di 2750 - 2875, dan BMRI ke 2750 - 2825. Satu-satunya yang terlihat 'belum rebound' adalah BDMN. Akan tetapi, target ke 5350 baru bisa tercapai jika saham ini mampu menembus resisten psikologisnya di level 5000.
Selain itu, pertanyaan selanjutnya adalah: Apakah minyak akan mencapai bottom pada minggu ini? Melihat target harganya sih, kalau minyak terus bergerak turun, berarti suport di US$122 akan tercapai dalam minggu ini, tapi apakah minyak akan melanjutkan trend turun dengan target harga yang baru, ataukah harga minyak kemudian rebound? masih sulit untuk diprediksikan.
Jadi, sepertinya trend masih akan tetap turun. Kisaran IHSG hari ini diperkirakan akan berada pada level 2050 - 2160. Akan tetapi, perlu diperhatikan juga bahwa resisten IHSG hari ini ada di level 2155 - 2160. Jika IHSG mampu ditutup menembus resisten ini, berarti ada kemungkinan trend jangka pendek berubah menjadi naik. Melihat kans-nya sih.. kemungkinan terjadinya penembusan resisten adalah kecil. Tapi, siapa tau ada surprise.
Happy trading, semoga untung!!!






