"Inflasi tinggi, BI Rate bakal naik 25 basis poin menjadi 8,75%". Itulah yang menjadi berita di halaman pertama berbagai koran bisnis hari ini. Satu hal yang menarik adalah, tingginya angka inflasi, ternyata tidak membuat harga yang terkait inflasi (terutama perbankan dan automotif) bergerak turun pasca pengumuman angka inflasi tersebut. Arus dana asing ke bursa kemarin juga tercatat positif setelah tiga hari berada dalam level negatif. Artinya, sejauh ini, tingginya angka inflasi memang sudah dalam ekspektasi pasar, sehingga pasar tidak memberikan respon negatif.
Dilihat dari posisi teknikalnya, penembusan atas resisten 2350 telah membuka potensi kenaikan IHSG menuju ke resisten selanjutnya di 2425 - 2450. Potensi kenaikan ini didukung oleh masih terbukanya peluang kenaikan pada saham-saham perbankan, otomotif, dan telekomunikasi. Potensi kenaikan masih terlihat pada BBCA dengan target ke kisaran 2700 - 2750, BBRI ke 5650 - 5750, ASII ke 21500, dan TLKM kembali ke menguji resisten di 7800.
Untuk saham-saham pertambangan, TINS kemarin melanjutkan kenaikannya, pasca penembusan rekor harga. Level resisten yang akan dicapai oleh saham ini, diperkirakan akan berada di kisaran 39500 - 42500. PTBA juga kemarin menembus rekor harga lama di 16950. Selama suport ini masih bertahan, kami melihat peluang kenaikan pada PTBA menuju kisaran 17950 - 19500. INDY yang baru saja listed, setelah bergerak flat pada kisaran 3100 - 3525, kemarin berhasi ditutup diatas resistennya. Jika harga bergerak naik, kami memperkirakan potensi kenaikan teknikalnya bisa mencapai kisaran 3850 - 3950. Perhatikan juga saham MEDC, karena jika harga saham ini mampu menembus resisten di 4800, berarti akan ada upside lanjutan menuju kisaran 5000 - 5100.
Regional Asia memang terlihat flat turun pada pagi hari ini. Tapi ini diperkirakan tidak menutup potensi kenaikan dari IHSG. IHSG hari ini kami perkirakan akan bergerak flat naik di kisaran 2369 - 2419.
Happy trading, semoga untung!!!






